Ketua SH Terate Bojonegoro Berpulang, Ribuan Pendekar Antar ke Peristirahatan Terakhir SHTERATE.ORG, BOJONEGORO – Organisasi Pencak Silat Persaudaraan SH Terate, Cabang Kabupaten Bojonegoro – Pusat Madiun, berduka. Pasalnya, pendekar senior yang merupakan Ketua Cabang (Kacab) organisasi besar tersebut telah berpulang, saat dalam perawatan intensif di RSUD Sosrodoro Djatikoesoemo, pada Rabu (28/10/2026), sekira pukul 10.45 WIB. Kabar duka itu sontak membuat ribuan anggota atau warga SH Terate Bojonegoro, Jatim, berbondong-bondong ke kediaman pendekar Trap II yang dikenal luas sebagai sosok yang energik dan tak kenal lelah mengabdi dalam organisasi yang ia cintai. Sepanjang hayat, selain mengabdi di SH Terate, almarhum pernah menjabat sebagai ketua IPSI dan inisiator perdamaian antar perguruan silat melalui Bojonegoro Kampung Pesilat (BKP), sehingga didapuk menjadi Ketua BKP hingga saat ini. Tak mengherankan, jika bukan hanya ribuan anggota/warga SH Terate yang hadir melayat, namun para tokoh silat perguruan lain dan khalayak umum berjubel untuk memberikan doa penghormatan terakhir kepada pendekar yang akrab disapa Kangmas Wahyu tersebut, di rumah duka di kawasan Jalan Patimura, Kota Bojonegoro. Tampak hadir bertakziah Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wabup Nurul Aziizah beserta jajaran OPD. Begitu pula Kapolres Bojonegoro beserta jajarannya juga turut menyampaikan bela sungkawa dan turut menyaksikan upacara pemberangkatan almarhum menuju peristirahatan terakhirnya. Sejumlah pengurus pusat SH Terate Madiun, yakni Dewan Pusat H. Issoebiantoro, Ketua Umum HR. Moerdjoko, juga hadir bertakziah bersama rombongan, antara lain Mas Rumanseto, Mas Andreas dan beberapa lainnya. Sedangkan para tokoh senior SH Terate Cabang Bojonegoro yang hadir, adalah Ketua Dewan Cabang Mas Suwarno, anggota dewan cabang Mas Sutrisno (keduanya Ketua Cabang pendahulu), Mas Ir. Sriyanto, Mas Mulyono, Mas M Mastur (wasit juri internasional), juga Mas Tri Utomo dan Mas Djamari, serta para tokoh kawakan lainnya. Dalam upacara pemberangkatan jenazah, Bupati Bojonegoro, menyampaikan duka mendalam atas berpulangnya almarhum. Ia mengenang betapa almarhum Wahyu Subakdiono benar-benar patut diteladani kegigihannya dalam mengabdi untuk kebaikan sesama. “Mas Wahyu ini adalah sosok panutan yang patut kita teladani. Beliau adalah inisiator persatuan dan perdamaian tak hanya urusan perguruan silat, tetapi juga untuk seluruh masyarakat Bojonegoro. Almarhum juga pernah menjadi bagian dari birokrasi saat masih berdinas sebagai PNS. Mari kita teladani dan lanjutkan perjuangan beliau,” ujar Bupati. Sementara itu, Ketua Umum SH Terate, HR. Moerdjoko HW, juga menyampaikan hal senada. Ia menyebut pengabdian kemanusiaan yang dijalani Wahyu Subakdiono, bahkan hingga hembusan nafas terakhirnya. “Atas nama organisasi, saya menyampaikan rasa duka mendalam terhadap almarhum. Kami juga menyampaikan apresiasi tinggi atas pengabdian beliau untuk menjaga dan merawat ajaran SH Terate. Atas semua pengabdiannya semoga tercatat sebagai amal kebaikan, semoga almarhum diterima di tempat terbaik di sisi Allah SWT,” tutur Ketum SH Terate mendalam. Sekadar diketahui, beberapa hari sebelumnya, satu tokoh SH Terate Bojonegoro, tepatnya pada Sabtu (24/10) lalu, yakni Bendahara Cabang yang juga Kades Mojodeso, Kecamatan Kapas, Warsiman, SE, MM, juga telah berpulang menuju keabadian. Tak pelak, kepergian dua tokoh panutan tersebut membuat seluruh warga SH Terate Bojonegoro berduka namun tetap ikhlas menghantar dengan lantunan doa dan siap berupaya melanjutkan perjuangan sebagai pemancar cita-cita agar tidak sia–sia. Post Views: 9 Navigasi pos SH Terate DKP Madiun Uji Coba Aplikasi UKT dan UKCW, Pelatih Ranting hingga Komisariat Dikumpulkan Dua Sesepuh SH Terate Bojonegoro Berpulang, Ranting Ngambon Gelar Doa Bersama